Langsung ke konten utama

SD Muhammadiyah 2 Wonopeti Gelar Edukasi Digital Parenting: Pengaruh Gadget Terhadap Kesehatan Otak, Karakter, dan Minat Belajar


IMG_9996.JPG
Galur, 27 September 2025 – Dalam rangka membekali para orang tua menghadapi tantangan pengasuhan di era modern, SD Muhammadiyah 2 Wonopeti menggelar sesi edukasi bertajuk "Parenting Digital: Pengaruh Gadget Terhadap Kesehatan Otak, Karakter, dan Minat Belajar" pada Sabtu, 27 September 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Selvia Eka Sari, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Selvia Eka Sari, M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa sekolah dasar anak-anak saat ini merupakan Generasi Alpha yang tumbuh dan berkembang bersama teknologi digital. Penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas belajar maupun hiburan sehari-hari.

IMG_0001.JPG

Sisi Positif vs Tantangan Pengasuhan Gadget

Di satu sisi, gadget memberikan dampak positif seperti meningkatkan kreativitas, melatih motorik halus melalui interaksi layar sentuh, membantu belajar mandiri melalui aplikasi edukatif, serta mendukung adaptasi teknologi masa depan.

Namun di sisi lain, muncul berbagai fenomena yang kurang menguntungkan. Aktivitas fisik anak mulai digantikan oleh game , waktu makan berubah menjadi momen menonton tayangan digital, dan anak cenderung menganggap tugas sekolah sebagai hal yang membosankan dibandingkan konten media yang cepat dan menarik.

Selvia Eka Sari, M.Psi., Psikolog juga menyoroti beberapa kekeliruan orang tua dalam pengasuhan digital, di antaranya:

  • Menjadikan gadget sebagai solusi instan untuk menenangkan anak yang tantrum atau rewel.

  • Memberikan contoh buruk dengan tetap menggunakan HP saat makan bersama.

  • Tidak membatasi durasi penggunaan dan kurang mengawasi konten yang diakses anak.

Dampak pada Otak, Karakter, dan Prestasi Belajar

Dari sudut pandang psikologi dan neurosains, otak anak berkembang pesat hingga usia 25 tahun. Paparan gadget berlebihan yang memicu kecanduan "dopamin instan" dapat mengganggu pembentukan jalur saraf, menurunkan motivasi belajar, serta mengganggu kualitas tidur akibat radiasi cahaya biru.

Multitasking digital dan paparan layar yang berlebihan terbukti dapat menurunkan kemampuan fokus serta konsentrasi belajar anak hingga 40%,” jelas Selvia Eka Sari, M.Psi., Psikolog. Selain penurunan prestasi akademik, interaksi tatap muka yang buruk juga berdampak pada penurunan empati, memicu sifat impulsif, serta meningkatkan risiko ketergantungan digital.
IMG_9995.JPG

Strategi Praktis Parenting Digital

Sebagai bentuk penanganannya, orang tua diimbau untuk menerapkan langkah-langkah praktis Parenting Digital di rumah:

  1. Tetapkan Aturan Screen Time: Buat kesepakatan jadwal dan durasi penggunaan gadget yang jelas.

  2. Jadilah Teladan ( Role Model ): Memberikan penggunaan teknologi yang sehat dengan memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi dengan anak.

  3. Sediakan Alternatif Kegiatan: Ajak anak melakukan aktivitas fisik, membaca buku bergambar, atau bermain gim edukatif non-layar.

  4. Pendampingan Aktif: Mendampingi anak saat berinternet, memilih konten edukatif, serta menggunakan fitur parental control.

  5. Jadwal Bebas Gadget: Tetapkan area dan waktu khusus tanpa gadget, seperti saat makan keluarga dan sebelum tidur.

Sinergi Antara Sekolah dan Rumah

Pada sesi akhir, ditekankan pentingnya sinergi antara kebijakan sekolah dan kontrol orang tua di rumah. Komunikasi berkala antara guru dan orang tua menjadi kunci penting dalam memadukan perkembangan anak secara menyeluruh.

“Gadget adalah alat, teman, dan bukan tuan. Kunci utamanya ada pada keseimbangan serta kehadiran penuh orang tua dalam mendampingi anak-anak di seluruh dunia digital,” pungkas Selvia Eka Sari, M.Psi., Psikolog.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESANTREN RAMADHAN 1443 H : MEWUJUDKAN PRIBADI MUSLIM KUAT DALAM AQIDAH DAN AKHLAK

PESANTREN RAMADHAN 1443 H : MEWUJUDKAN PRIBADI MUSLIM KUAT DALAM AQIDAH DAN AKHLAK   Gambar 1. Foto Bersama GALUR – Pesantren Ramadhan merupakan salah satu agenda tahunan dalam kegiatan keagamaan, yang dilaksanakan di Bulan Ramadhan. SD Muhammadiyah 2 Wonopeti telah melaksanakan serangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1443 H ini pada Jum’at dan Sabtu, 15 dan 16 April 2022, pukul 07.30-11.00 WIB. Untuk tahun ajaran 2021/2022 ini dapat dilaksanakan secara offline   bertempat di SD Muhammadiyah 2 Wonopeti. Agenda ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IV dan V yaitu berjumlah 26 siswa. Gambar 2. Pelaksanaan Shalat Dhuha Pesantren Ramadhan hari pertama yaitu pada Jum’at, 15 April 2022. Acara dimulai dengan melaksanakan sholat dhuha dan tadarus bersama. Tadarus dipimpin oleh Ridho Putra dan Novita Zafitri yang merupakan siswa kelas 5. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan. Acara Pesantren Ramadhan ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Wonopeti yaitu Ib...

Masak Yuk! Anak SD Seru-Seruan Bikin Belgian Cake Bareng Sewoe Galoer Rumah Roti

Gambar 1. Saat murid mencoba praktik dalam membuat kue Kegiatan MPLS hari ke-8 di SD Muhammadiyah 2 Wonopeti diwarnai dengan keseruan  Fun Cooking.  Suasana ceria dan harum aroma kue memenuhi ruang kelas 2.  Kegiatan ini berkolaborasi dengan rumah produksi kue "Sewoe Galoer Rumah Roti". Toko kue ini  beralamat di Kempleng, Karangsewu, Galur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 1-3 di pandu langsung oleh Ibu Galuh dan Ibu Zulia sebagai narasumber kegiatan.(23/7/25) Gambar 2. Saat murid mencoba praktik dalam membuat kue Gambar 3. Saat murid menjawab quiz dari Ibu Galuh Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia memasak sejak dini serta melatih kreativitas dan kemandirian anak. Anak-anak diajak mengenal bahan-bahan dasar pembuatan Belgian Cake atau lebih dikenal dengan brownies coklat, mulai dari tepung, cokelat, hingga teknik menghias yang menarik. Gambar 4. Murid mencoba menghias kue Selain memasak, acara juga diisi dengan kuis rin...

Karya Siswa SD Muh 2 Wonopeti Masuk Buku Antologi “Lukisan Pendidikan di Bumi Menoreh”

Wonopeti – Semangat literasi kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 2 Wonopeti dengan mengikuti Lomba Menulis Puisi dalam rangkaian Festival Literasi Kulon Progo yang mengusung tema “Literasi untuk Semua: Merangkul Keberagaman” . Kegiatan ini diselenggarakan oleh Moral Technology School Dikpora bekerja sama dengan Komunitas Yuk Menulis (KYM) , Perpusda Kulon Progo , serta Kemenag Kulon Progo . Lomba menulis puisi ini diperuntukkan bagi peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK, dengan tema khusus “Pendidikan di Kulon Progo” . Pelaksanaan lomba berlangsung sejak akhir tahun 2024 hingga berlanjut ke tahun 2025. Dari hasil karya yang dikirimkan, puisi karya siswa-siswi SD Muhammadiyah 2 Wonopeti berhasil dibukukan dalam antologi berjudul “Lukisan Pendidikan di Bumi Menoreh” Jilid 16, 17, 18, 19, dan 20. Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak mendapatkan berbagai penghargaan berupa buku antologi, sertifikat penulis, serta piala motiva...